Pekerjaan pengurugan (pengurukan) kembali tanah pada galian merupakan proses yang wajib dilakukan pada suatu projek.

Secara definisi Urugan tanah kembali adalah mengembalikan tanah sisa galian ke dalam lokasi galian yang telah selesai hingga mencapai ketinggian yang diingkan atau ditentukan sesuai spesifikasi, misalnya setelah pemasangan pondasi atau instalasi bawah tanah, serta melakukan pemadatan jika diperlukan untuk mencapai kepadatan sesuai spesifikasi teknis.

Supaya proses pengurugan kembali tanah pada galian berjalan lancar maka diperlukan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Pembersihan Area Galian

Bersikan terlebih dahulu area galian dari barang-barang atau material organik atau sampah yang dapat mengurangi kepadatan tanah.

2. Penyediaan Tanah Urugan

Estimasi terlebih dahulu kebutuhan volume tanah sesuai kebutuhan untuk mencapai level atau ketinggian yang diinginkan

3. Penebaran Tanah

Tebarkan sisa tanah galian secara bertahap atau berlapis (tidak langsung ditimbun penuh) dengan ketebalan per lapisan sekitar 15 cm hingga 20 cm.

4. Pemadatan Tanah

Gunakan alat pemdatan tanah seperti stamper kuda atau mesin vibro untuk memdatkan tanah. Berikan sedikit air supaya tanah cepat menyatu.

5. Perataan Permukaan Tanah

Setelah urugan tanah mencapai ketinggian yang ditentukan maka ratakan permukaan tanah sebaik mungkin. Jika diperlukan gunakan waterpas untuk memasti level tanah sesui dengan yang direncakan.

Mengingat betapa pentingnya pekerjaan pengurugan tanah maka diperlukan analisa pekerjaan yang efisien dan tepat sesuai dengan anggaran. Berikut ini adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pengurugan Kembali Galian Tanah sesuai SNI. Anda bisa merubah koefisien atau harga pekerja dengan cara klik Edit Simulasi atau jika anda ingin menambahkan item-item lain anda bisa klik tombol Edit Lenkap setelah pop-up simulasi muncul.