Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pembuatan Gudang Peralatan dan Direksi Keet
Persiapan29 Juni 2026Agung Ginanjar Sastralaksana90 kali dilihat
Gudang Peralatan dan Kantor Sementara (Direksi Keet) dalam sebuah projek konstruksi merupakan pekerjaan persiapan yang sangat penting. Istilah direksi keet diserap dari bahasa belanda (directiekeet). Secara definisi sederhana direksi keet adalah bangunan-bangunan semi permanen yang dibuat di lokasi projek konstruksi. Fungsi utama dari bangunan ini adalah sebagai kantor sementara di lapangan yang dapat digunakan sebagai pusat komando dalam mengatur projek supaya berjalan dengan lancar.
Gudang perlatan dan direksi keet ini memiliki fungsi utama diantara lain sebagai berikut.
Pusat Administrasi Proyek: Tempat menyimpan dokumen kontrak, gambar teknis, rencana kerja, laporan harian, hingga absensi pekerja.
Ruang Komunikasi & Rapat: Lokasi pertemuan berkala antara pemilik proyek (owner), kontraktor, arsitek, dan konsultan pengawas.
Gudang Logistik Internal: Fasilitas penyimpanan sampel material bangunan berkualitas dan barang-barang berharga milik tim manajemen.
Pusat Monitoring Lapangan: Tempat manajer memantau progres fisik secara berkala demi mendeteksi masalah lapangan sejak dini.
Ciri khas dari bangunan ini diantara sebagai berikut.
Sifat Sementara: Bangunan ini dirancang untuk masa pakai terbatas, biasanya dibongkar atau dipindahkan setelah seluruh rangkaian proyek selesai
Metode Modular & Prefabrikasi: Konstruksi modern umumnya memanfaatkan sistem knock-down agar proses bongkar-pasang menjadi lebih cepat dan portabel.
Material Populer: Sering kali dibangun menggunakan kontainer logistik yang dimodifikasi (office container) atau dinding panel cepat pasang (sandwich panel).
Fasilitas Pelengkap: Umumnya dilengkapi dengan ruang pimpinan, area kerja staf, pendingin ruangan (AC), toilet, hingga ruang ibadah kecil.
Gudang peralatan dan kantor sementara (direksi keet) ini wajib dibangun sebelum aktivitas konstruksi utama dimulai untuk memastikan koordinasi berjalan lancar. Oleh karena itu dalam menyusun rencana anggaran maka kita harus menganalisis biaya untuk membangun fasilitas ini dengan sangat teliti. Berikut ini adalah cara menganalisa Harga Satuan Pekerjaan Pembuatan Gudang Peralatan dan Direksi Keet
Analisa Harga Satuan Pekerjaan
Kode: PRM0000003 |
Pekerjaan Pembuatan Gudang Peralatan dan Bahan Material |
Satuan: M2
No.
Uraian
Sat.
Koef.
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
A
TENAGA KERJA
1
Pekerja
OH
1,0000
150.000
150.000
2
Tukang Kayu
OH
2,0000
250.000
500.000
3
Kepala Tukang
OH
0,2000
275.000
55.000
4
Mandor
OH
0,0500
300.000
15.000
a. Jumlah Harga Tenaga Kerja
720.000
B
BAHAN
1
Dolken kayu Ø 8-10/400 cm
Batang
1,7000
40.000
68.000
2
Kayu
M3
0,2100
3.650.000
766.500
3
Paku Biasa
Kg
0,3000
40.000
12.000
4
Semen Portland
Kg
10,5000
3.650
38.325
5
Pasir Beton
M3
0,0300
350.000
10.500
6
Koral Beton
M3
0,0500
400.000
20.000
7
Seng Gelombang
Buah
1,5000
75.000
112.500
b. Jumlah Harga Bahan
1.027.825
C
PERALATAN
1
Peralatan
Lot
1,0000
10.000
10.000
c. Jumlah Harga Peralatan
10.000
D. Total (A + B + C)
1.757.825
E. Overhead & Profit (10%)
175.783
F. Harga Satuan Pekerjaan (D + E)
Rp 1.933.600
Harga di atas merupakan estimasi. Klik tombol Edit (Simulasi) untuk mencoba mengubah nilai koefisien dan harga satuan.
Yuk Bagikan artikel ini
Semoga artikel ini bermanfaat. Bagikan artikel ke teman atau rekan kerja anda yang membutuhkan referensi harga satuan pekerjaan konstruksi.
Biografi Profesional Agung Ginanjar Sastralaksana, S.T.
Senior Mechanical & Plumbing Engineer / Cost Estimator adalah seorang insinyur profesional dengan pengalaman selama 14 tahun di bidang teknik mekanikal dan plumbing (MP). Saat ini, ia berkarier di perusahaan arsitektur multinasional asal Amerika Serikat untuk cabang Indonesia. Sepanjang perjalanannya, beliu fokus pada perancangan sistem bangunan tinggi dan kompleks. Cakupan proyeknya meliputi hotel, apartemen, kondominium, resor, hunian residensial, hingga gedung perkantoran. Kekuatan utamanya terletak pada pemahaman mendalam terhadap regulasi teknik lokal maupun global. Ia sangat familier dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta kode internasional seperti International Building Code (IBC), International Mechanical Code (IMC), International Plumbing Code (IPC), dan standar ASHRAE. Kombinasi ini memungkinkannya merancang sistem yang aman, adaptif, dan memenuhi standar global. Selain keahlian teknis, juga memiliki spesialisasi dalam menyusun analisis harga satuan yang wajar, hemat, dan efisien. Kemampuannya mengintegrasikan kode internasional dengan efisiensi biaya memastikan setiap proyek mencapai performa sistem maksimal dengan anggaran yang optimal.
Edit Analisa Harga Satuan (Simulasi)
Perubahan di sini tidak disimpan ke database. Gunakan untuk simulasi kalkulasi harga.